RANTAI PASOKAN PERAWATAN KESEHATAN DI ERA COVID-19

Wabah Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) telah mengungkapkan ketidakseimbangan yang signifikan dalam rantai pasokan alat kesehatan yang sangat rumit.

Perawatan kesehatan untuk Covid-19 membutuhkan 2 hal berikut, yakni: alat pelindung diri dan perangkat medis. Masing-masing kategori ini memiliki rantai pasokan yang berbeda, dan kegagalan salah satu rantai ini dapat mendatangkan malapetaka pada sistem perawatan kesehatan.

Alat pelindung diri

Petugas kesehatan yang merawat pasien COVID-19 harus mendapatkan perlindungan penuh melalui gaun pelindung, sarung tangan, masker, dan pelindung wajah. Pada awal masuknya covid, banyak petugas medis yang tidak dapat menikmati perlindungan penuh dari alat pelindung diri disebabkan karena kurangnya pasokan alat kesehatan.

Hal ini disebabkan karena kapasitas produksi yang terbatas, mungkin diperlukan lebih dari 4 bulan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri yang dibutuhkan. Keterbatasan kapasitas ini tentunya membahayakan penyedia layanan kesehatan.

Terlepas dari peningkatan kebutuhan pelindung diri para petugas kesehatan, pedoman baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah meningkatkan permintaan alat pelindung diri dari masyarakat umum. Akibatnya, petugas kesehatan dan masyarakat umum berebut untuk mendapatkan masker wajah.

Meningkatnya permintaan ini justru membuat harga masker menjadi melambung tinggi. Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang lagi, maka sangat diperlukan rencana yang mengoordinasikan pasokan alat pelindung diri di pasaran. Dalam jangka panjang, pengadaan pasokan alat pelindung diri yang berkelanjutan dan disimpan secara hati-hati akan menjaga jumlah stok tetap terjaga dan mencegah terulangnya situasi ini.

Alat kesehatan

Alat kesehatan memiliki alur rantai pasokan yang diatur melalui banyak aturan. Hal ini memiliki sisi positif dan juga negative. Aturan-aturan yang mengatur alur rantai pasokan alat kesehatan menjamin fungsionalitas, keandalan, dan kualitas produk alat kesehatan tetapi menjaga harga alat kesehatan tetap mahal di pasaran.

Selain itu, hambatan masuk yang tinggi menghambat persaingan, inovasi, dan produk dari para supplier alat kesehatan. Misalnya, di masa pandemic seperti sekarang ini, sangat sulit untuk memperkirakan jumlah permintaan yang akurat dari alat kesehatan seperti ventilator.

Belum lagi tidak adanya kepastian tentang efektivitas ventilator untuk COVID-19. Sebagai akibatnya, produsen dan supplier alat kesehatan kesulitan memperkirakan jumlah alat kesehatan yang harus dilempar ke pasaran. Kurangnya standarisasi antar merek juga memperburuk masalah ini.

Produk seperti komputer, mobil, dan smartphone menggunakan komponen yang dapat dipertukarkan, sedangkan ventilator memerlukan komponen yang diproduksi secara khusus, sehingga sulit untuk meningkatkan kapasitas dengan melibatkan pabrikan dari industri lain.

Untuk membantu meringankan masalah ini, banyak aktivis dari universitas yang berusaha membantu dengan melakukan berbagai penelitian dan membuat alat kesehatan yang dapat digunakan sebagai subtitusi jangka pendek walaupun keandalan dari produk yang dibuat memang masih dipertanyakan karena tidak melalui proses uji coba dan stadarisasi produk yang semestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

All Rights Reserved Theme by 404 THEME.