Saling Berlomba Mengembangkan Situs Agama

Dewasa ini internet hampir menjadi hajat kebutuhan manusia. Ada yang menggunakan media itu untuk kepentingan pekerjaan, belajar, mengapresiasikan bakat dan bahkan dalam bidang dakwah keagamaan.

Founder situs islami alif.id pernah menyebutkan bahwa dakwah islami hari telah menyasar di ranah internet. Bahkan para pegiat dakwah dunia maya saling berlomba dalam menyebarkan konten keislaman.

Selain website islam, banyak aktivis islam yang juga berdakwah lewat media sosial. Lebih jauh lagi, bahkan banyak yang menggunakan saluran youtube untuk merekam video atau audio dalam rangka berdakwah.

Beberapa nama populer yang pernah viral dalam dakwah sebut saja seperti Ustadz Abdul Somad, Hanan At Taki, Buya Yahya, Khalid Basalamah, Gus Mus dan para ustadz lain juga memanfaatkan media internet sebagai sarana dakwah.

Adapun tentang situs website islami, maka banyak media yang berlomba untuk memperbanyak konten dan memviralkan isi konten yang ada di website. Mereka berlomba agar bisa ranking di google. Merampingkan peringkat alexa dan menjadi yang terdepan soal penyajian website.

Ada cukup banyak situs islami yang sudah berumur tua seperti hidayatullah.com, muhammadiyah.or.id, voa-islam.com dan situs milik organisasi NU yaitu nu.or.id.

Selain itu juga muncul situs-situs islami muda yang terbilang baru muncul tetapi juga menyajikan informasi islam secara mendalam. Seperti umma.id, salikun.com, hujjah.net dan lainnya.

Masing-masing dari situs islami itu terbagi menjadi beberapa kategori pembahasan. Ada yang bersifat kajian, informasi dunia islam, komersial dan multikultural. Keempat kategori itu saling melengkapi keberagaman saat membahas isu keislaman.

Namun perbedaan itu sejatinya adalah justru memperbanyak cara pandang dan masih dalam bingkai keislaman. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing menembel kekurangan itu agar bernilai positif.

Seperti situs islami miliki Nahdlatul ulama’ lebih kentara dalam persoalan kajian keislaman. Banyak mengutip pendapat ulama’ saat menafsirkan sumber hukum islam seperti Al Quran dan Hadits.

Adapun situs milik Muhammadiyah lebih sering membahas persoalan kemuhammadiyahan dan gerak aktivitas keorganisasian. Disamping itu tidak meninggalkan persoalan harian yang dibahas oleh tim dewan tarjih Muhammadiyah.

Adapun situs seperti eramuslim, hidayatullah dan segenre dengannya lebih membahas masalah konten berita di Indonesia, dunia islam di wilayah internasional.

Sementara situs-situs yang baru tumbuh dan terus berkembang mungkin jika dilihat dari jumlah artikel lebih sedikit karena memang situs baru. Tetapi kadangkala pembahasannya lebih tajam dan luas hal ini seperti situs yang ada di website salikun.com.

Keberadaan situs islam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemuda hijrah yang hari ini sedang marak artis ngaji ke sana kemari. Hiruk pikuk ini adalah suatu tanda positif bagi umat islam pada khususnya dan untuk negara yang mayoritas muslim ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

All Rights Reserved Theme by 404 THEME.